Motivasi / Motivasi Diri / Sedekah Paling Murah dalam Islam

Sedekah Paling Murah dalam Islam

 

Istilah sedekah mungkin tidak asing lagi bagi sebagian orang karena, sedekah sering dilakukan orang muslim maupun non muslim, yang merupakan wujud rasa syukur mereka terhadap kenikamatan yang mereka dapatkan dari Allah SWT. Hukum dari sedekah atau memberi dalam islam adalah sunnah, seperi yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. beliau sering memberi sebagian harta yang beliau miliki untuk dinikmati oleh orang yang lebih membutuhkan. inilah sedekah paling murah yang sekaligus menjadi terapi kesehatan bagi kita.

Pernahkah anda mengeluarkan shadaqah? jika anda masih berat untuk mengeluarkan uang agar dinikmati oleh orang lain, mari kita belajar shadaqah dari hal yang peling kecil terlebih dahulu sehingga lambat laun kita mampu mengeluarkan hal-hal besar untuk kita bagikan khususnya pada saudara kita yang kurang mampu.

  1. Sesungguhnya Senyum itu Sedekah

Shadaqah dikenal dan diidentikkan dengan mengeluarkan uang untuk diberikan kepada orang yang belum mampu, padahal dalam islam sangat ringan dan gampang mengenai masalah shadaqah yakni, tidak harus mengeluarkan uang dan menyerahkan kepada orang yang belum mampu. Tersenyum merupakan shadaqah paling murah dan gampang karena, seseorang tidak perlu susah-susah mengeluarkan uang dan menyerahkan pada orang lain. shadaqah juga tidak hanya kita berikan pada orang yang tidak mampu saja, akan tetapi semua orang yang kita temui baik yang kita kenal maupun tidak, mengapa tersenyum dianggap sebagai shadaqah? karena, dengan tersenyum kita akan membuat orang lain juga ikut tersenyum dan bahagia.

Selain untuk shadaqah, senyum juga bisa untuk terapi wajah agar pori-pori sekitar bibir terbuka sehingga kulit dibagian bibir tidak kaku. Dengan shadaqah, kita belajar menjadi oang yang dermawan, perduli dengan orang yang tidak mampu, belajar untuk bersyukur, dan meningkatkan amalan ibadah. banyak sekali yang bisa dipetik dari shadaqah, kadang kala kita merasakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri jika kita telah berbagi dengan orang lain apalagi shadaqah yang kita bagikan merupakan hasil usaha dan kemauan kita sendiri, iru menjadi nilai plus tersendiri.

Sahabat Rasulullah mengatakan bahwa mereka tidak pernah bertemu Rasulullah dengan tidak tersenyum. Artinya Rasulullah selalu tersenyum walaupun beliau banyak masalah yang menyangkut kaum beliau akan tetapi, untuk menularkan semangat dan kebahagiaan kepada Sahabatnya Rasulullah selalu tersenyum bila bertemu dengan para Sahabat. Para sahabat sendiri senang dan tenang bila berjumpa dengan Rasulullah, hal positif seperti ini yang harus kita bangun agar kebahagiaan selalu menyertai kita.

 

  1. Setiap Anggota Tubuhmu dapat Melakukan Shadaqah

Dalam kitab Arbain Nawawi disebutkan bahwa setiap anggota tubuh kita mempunyai kesempatan untuk melakukan shadaqah. Artinya tidak ada alasan untuk kita tidak memberikan shadaqah pada orang lain, dari wajah misalnya, dengan tersenyum saja kita sudah dianggap melakukan shadaqah. Tangan, membuang duri dari jalan. Kaki, melangkah untuk menolong orang lain. Semua anggota tubuh kita berpotensi untuk melakukan hal kebaikan yang bernilai shadaqah. Perlu anda ketahui bahwa setiap kita bershadaqah akan ada ganjaran dan pahala yang Allah berikan, sebut saja pahala itu adalah bentuk penghargaan Allah terhadap kita, ini merupakan hadiah yang besar betapa tidak. Kita sangat senang jika mendapat penghargaan dari seseorag atau guru dan lainnya, apalagi kita mendapat penghargaan dari Allah.

jika memang mengeluarkan uang sangat memberatkan anda maka, tersenyumlah agar dunia anda dipenuhi kebahagiaan. Maka tidak ada alasan untuk anda berlaku pelit jika dengan tersenyum saja anda tidak mau mengeluarkannya.

 

*Gambar dari: http://int.search.myway.com/search/AJimage.jhtml?&searchfor=gambar+memberi

Afifatur Rohmah
Data Diri Nama saya Afifatur Rohmah lahir di Bangkalan, tanggal 07 November 1995. Beragama islam, saya tinggal di jln. Sunan kalijaga No. 7AA, Malang. Saat ini saya menempuh S1 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mengambil jurusan akuntansi

One comment

  1. Partisipasi dan amal jariyah dalam perluasan dan pembangunan masjidil
    haram dan masjid Nabawi

    1. Niat Ibadah ( dari Allah,Karena Allah dan untuk Allah)
    2. Membawa beberapa batu kerikil kecil yang Haq dari tanah air
    3. Point no 2 dapat dibawa sendiri/ dititipkan kepada Jamaah yang akan
    berangkat Umroh dan Haji
    4. Batu kerikil diletakkan diarea yg sedang dibangun/di Cor semen
    5. Atau dititipkan kepada pekerja pembangunan agar diletakkan ditempat
    tersebut
    6. Mudah-mudahan Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan

    * Umumnya waqaf qur’an
    * Tidak ada kotak amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
    * Mungkin Batu kerikil tidak berarti untuk sebagian orang,akan tetapi
    jika diletakkan di kedua Masjid tersebut,paling tidak batu kerikil ini
    akan menjadi bagian terkecil dari bangunan tersebut.
    * Moment Perluasan dan Pembangunan Masjidil haram dan Masjid Nabawi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...