Motivasi / Motivasi Diri / Percaya Diri itu Tidak Dapat Dibeli

Percaya Diri itu Tidak Dapat Dibeli

Percaya diri adalah suatu hal yang tidak dapat diperjualbelikan, kalaupun memang harus diperjualbelikan tentunya tak semurah harga cabe-cabean yang selalu naik turun. Percaya diri alias PD itu memang mungkin hal sepele, tapi banyak orang yang memiliki krisis percaya diri, padahal sesungguhnya percaya diri itu begitu mudah. Mungkin saja antara percaya diri dan malu-maluin memang beda tipis, itu anggapan beberapa orang.

Prinsip untuk percaya diri sebenarnya begitu mudah, contohnya saya menekankan untuk selalu percaya diri dengan tekad bahwa, “kalau kau tak PD mungkin saja kau tak hidup.” Itu memang sederhana saja, walaupun bicaranya memang mudah tapi kerap kali prakteknya yang susah. Saya menerapkan ini ketika tak ada yang dapat dibanggakan dalam diri saya, ketika hampir puus asa karna tak ada kelebihan apapun yang singgah. Akhirnya dengan ini menyatakan bahwa PD (duh bahasanya) adalah salah satu kelebihan yang menonjol dari beberapa yang lain. Walaupun PD nya masih belum seratus persen, yang penting masih ada.

Kalau tak PD mungkin saja tak hidup, entahlah itu prinsip yang saya dapatkan entah darimana. Mungkin saja wangsit yang turun dari langit, lalu menembus kepala saya, ya mungkin saja begitu. Tapi, dengan prinsip itu saya meyakini beberapa hal bahwa ketika seseorang yang lahir di dunia dan dia menjalani kehidupan sebagaimana semestinya, lalu ada beberapa kejadian yang membuatnya selalu minder dan kurang PD, akibatnya seseorang itu akan murung sendiri dan malu menghadapi dunia yang masih belum terlalu dikenalnya, mungkin saja membunuh PDnya itulah akhir dari segalanya dengan membunuh dirinya sendiri. Mungkn saja lebay, tapi ya begitulah.

Menjadi PD adalah sesuatu yang mudah, kalau saya hanya menekankan PD untuk setiap apa yang saya jalani. Toh nanti apa kata orang itu urusan belakang, yang penting urusan depan beres dulu. Entahlah, orang mau berkata apa yang penting saya bahagia, kalau toh itu perbuatan dalam hal kebaikan kenapa harus malu, kenapa harus nggak PD, bukannya sama-sama makan nasi ya? kecuali kalau ada yang makan daging manusia itu baru boleh nggak PD.

Contohnya saja pada sebuah acara atau seminar yang kerap diadakan oleh beberapa perguruan tinggi. Di setiap acara apapun pastinya selalu memancing para pesertanya untuk aktif bicara, ataupun maju untuk ikut beberapa hiburan penghilang kebosanan. Yang diperlukan saat itu bukanlah kecantikan; ketampanan; ataupun kepandaian saja, tapi juga kepedean. Misalnya hanya mengandalkan kepandaiannya saja, tapi tak mempunyai rasa percaya diri akhirnya dalam acara itu dia hanya pasif, padahal kan otaknya itu briliant Berbeda kalau yang mempunyai fisik setengah-setengah, maksudnya cakep nggak jelek punĀ  masih lumayan, pinter juga setengah-setengah, tapi kalau disuruh PD sih pasti dia nomer satu soalnya nggak ada lagi yang bisa diandalkan juga sih.

So, jadilah aktif janganlah pasif. Jadilah pemain, janganlah mau jadi penonton. Kalau saja kau tak mempunyai hal apa-apa yang bisa dibanggakan pada dirimu sendiru, kau masih punya modal PD untuk bisa dibanggakan. Percaya diri yang tak bisa diperjualbelikan. :-D

Foto Profil dari anisa alfi nur fadila

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...