Motivasi / Motivasi Diri / Hati – Hati Dengan Pencuri Impian !

Hati – Hati Dengan Pencuri Impian !

Bukan hanya pencuri hati..pencuri impian juga ada lho  :-)

Memang siapa yang mau mencuri mimpi kita ? Bukankah setiap orang punya impian masing – masing ? Betul, pencuri impian sebenarnya bukan hanya berasal dari orang lain, tetapi yang paling utama berasal dari diri kita sendiri. Kita baca dulu ilustrasi ini ya..

pencuri impianAda seorang gadis muda yang sangat gemar menari. Karena kepandaiannya menari, seringkali gadis muda ini juara di berbagai perlombaan. Dia selalu bermimpi, bahwa suatu saat dia akan menjadi penari kelas dunia. Dia juga sering membayangkan dirinya menari di Amerika, Rusia, China, Jepang dan ditonton oleh ribuan orang yang bertepuk tangan menyambutnya. Suatu hari, seorang pakar tari dari luar negeri berkunjung ke kotanya. Pakar tari ini sangat terkenal karena kehebatannya yang berhasil mendidik banyak penari – penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari di hadapan pakar tersebut, dan berusaha menarik perhatiannya sehingga jika memungkinkan, dia juga ingin menjadi salah satu muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga, gadis muda tersebut berhasil menemui sang pakar di belakang panggung pertunjukan seusai sebuah pagelaran tari. Dia pun menyampaikan keinginannya untuk menari sejenak dihadapan sang pakar. Tanpa diduga, sang pakar tari mempersilahkan gadis itu untuk menunjukkan kebolehannya menari selama 10 menit.

Tetapi belum ada 10 menit, sang pakar segera berdiri dan berlalu meninggalkan gadis itu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Betapa hancur hati gadis itu melihat sikap sang pakar, sambil berlari keluar dan menangis dia melemparkan sepatu tarinya ke gudang dan bersumpah tidak akan pernah menari lagi. Puluhan tahun berlalu, si gadis sudah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya meninggal, dan dia pun bekerja di sebuah toko untuk menghidupi anak – anaknya. Suatu hari, ada pagelaran tari yang diadakan di kotanya lagi. Sang pakar tersebut yang sudah terlihat tua dan beruban, juga datang mendampingi murid – muridnya. Si ibu segera datang ke pagelaran tari tersebut untuk bertemu secara pribadi dengan sang pakar. Begitu pagelaran usai, ibu tersebut menemui sang pakar di belakang panggung. Sang pakar masih mengenalinya dan bercerita secara akrab. Tanpa membuang waktu, ibu itu menanyakan suatu hal penting. ” Maaf pak, saya ingin mengajukan pertanyaan yang selalu saya pendam selama ini , yaitu tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan Anda bertahun – tahun silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya waktu itu, sehingga Anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun ? “. ” Oh ya, saya ingat kejadiannya, ” kata sang pakar, ” jujur saya belum pernah melihat tarian seindah tarian yang kamu lakukan waktu itu. Saya yakin sekali kamu akan menjadi penari kelas dunia. Justru saya tidak mengerti mengapa akhirnya kamu memutuskan untuk berhenti menari lagi “.

Si ibu sangat terkejut mendengar jawaban itu. ” Ini tidak adil “, serunya. ” Sikap Anda telah mencuri semua impian saya, jika memang tarian saya bagus, mengapa Anda langsung meninggalkan saya begitu saja padahal saya baru saja menari selama beberapa menit ? Seharusnya saya dapat menjadi penari kelas dunia dan bukan menjadi penjaga toko ! “. Sang pakar pun menjawab, ” Hmm…saya rasa Anda salah dalam mengartikannya. Anda toh tidak harus minum satu barel anggur hanya untuk membuktikan bahwa anggur itu rasanya nikmat. Begitu juga dengan saya, saya tidak seharusnya menonton Anda selama 10 menit untuk membuktikan bahwa tarian Anda luar biasa. Saat Anda menari di hadapan saya waktu itu, saya juga  sangat lelah setelah pertunjukan besar, maka sejenak saya meninggalkan Anda dengan maksud mengambil kartu nama saya dan berharap Anda mau menghubungi saya lagi keesokan harinya. Tetapi Anda sudah pergi begitu saya datang kembali. Dan satu hal yang perlu Anda camkan, Anda mestinya fokus kepada impian Anda, bukan bergantung dengan apa yang saya katakan atau lakukan. Anda lihat, ini hanya masalah sepele, seandainya pada waktu itu Anda tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap fokus menari, mungkin hari ini Anda sudah menjadi penari kelas dunia “.

Dari ilustrasi diatas, pencuri impian sebenarnya berasal dari diri kita sendiri. Seringkali kita terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan dan bergantung dengan apa tanggapan orang lain terhadap diri kita. Orang lain bisa berkata apa saja bahkan meremehkan impian kita, tetapi ingat, kita berhak untuk meraih impian tersebut. Kita berhak kok untuk sukses. Fokus pada impian kita masing – masing. Seringkali mimpi yang tidak berhasil disebabkan karena kita tidak yakin dengan mimpi kita sendiri.

Apa yang harus kita lakukan agar impian kita berhasil ?

1. Pantaskan diri – awali segala sesuatu dengan keyakinan. Kalau sudah yakin, maka potensi dan action pun akan menjadi maksimal. Selalu katakan pada diri kita sendiri bahwa aku bisa ! aku pantas !..lalu sesuaikan action dengan kata – kata kita sendiri dan jangan lupa untuk berdoa memohon bimbingan-Nya.

2. Fokus mencapai garis finish – miliki tujuan yang jelas, tahu bagaimana cara mencapai tujuan. Upayakan dengan sungguh – sungguh. Jangan pernah balik badan saat menemui hambatan, jadikan hambatan sebagai suatu tantangan untuk dilalui.

3. Tahu demi siapa kita sukses – alasan terkuat kita untuk terus fokus menuju impian adalah tahu demi siapa kita sukses. Mungkin demi anak, demi orangtua, demi siapa saja. Dengan begitu kita akan lebih kuat dalam menghadapi rintangannya.

Jadi tidak ada salahnya bermimpi besar kok. Jika sampai saat ini ada impian – impian besar kita belum terwujud, coba introspeksi diri. Mungkin impian kita sudah besar, tetapi usaha untuk mewujudkan mimpi itu yang kurang besar. Karena mimpi saja tanpa action sama dengan mimpi di siang bolong :)

Quote Rangga Umara : ” Ketika engkau memantaskan dirimu, maka Tuhan akan memantaskan alam semesta untukmu “.

Penulis: Anna yosefina

Foto Profil dari Anna yosefina
Seorang blogger yang suka dunia tulis-menulis. - www.citrawanita.com -

2 comments

  1. Foto Profil dari Egor

    Next article: Bagaimana menjadi pencuri impian

  2. wuahh..bener banget..keep going on

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...