Motivasi / Motivasi Diri / Belajar Menangani Kelemahan

Belajar Menangani Kelemahan

Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk menangani kelemahan karena memang suatu kelemahan adalah sifat yang kurang dari diri kita. Cara pertama, dengan selalu mengakui kekurangan kita. Cara kedua, mencari solusi untuk menghilangkan kekurangan kita dan memperkecil munculnya sifat-sifat yang sudah menjadi kelemahan kita. Di dalam dua cara di atas kita bisa menerapkan beberapa metode, antara lain.

1. Metode Lawan Sifat

Metode ini kita harus menantang sifat yang menjatuhkan dan melemahkan kita. Misalnya, kita mempunyai sifat pemarah. Kelemahan ini harus kita pelajari dengan melawan sifat marah yaitu dengan menumbuhkan sifat sabar dan ramah. Dengan mencoba sifat sabar dan ramah dalam mengendalikan diri sendiri dan menghadapi orang lain. Lama-kelamaan kita akan terhindar dari sifat marah. Jika sifat buruk yang dapat melehakan kita sudah menjadi daging bahkan sudah keturunan dari keluarga, kita bisa menggunakan metode lain yang lebih ampuh.

 2. Metode Benchmark

Metode benchmark adalah suatu metode yang menerapkan salah satu tokoh untuk menjadi tolak ukur yang bisa kita tiru. Seperti Nabi Muhammad SAW. Dari situ kita harus mempelajari betul melalui hadist, buku atau media yang mendukung tentang sifat-sifatnya dan suri tauladan baik yang harus kita terapkan ke dalam diri kita agar kelemahan segera punah.

3. Metode Melalui Contoh

Metode ini berarti suatu metode dengan mencontoh dari orang yang dekat dengan kita yang bisa kita ambil tauladan baik darinya. Karena orang yang dekat dengan kita akan lebih mudah untuk diteladani dari sifat-sifat, tingkah laku sehari-harai dan kegiatan yang bermanfaat serta tips-tips yang dimiliknya agar kita bisa meniru dan menghancurkan kelemahan yang kita miliki.

4. Metode Mempelajari Kelemahan

Metode ini kita didorong untuk mencari kerugian dan hasil dari sifat-sfat buruk kita. Misalnya, kita mempunyai sifat boros. Kita sudah menjalankan sifat tersebut beberapa tahun. Amati dan fahami apa kerugian dari sifat boiros dan dampak yang bisa diambil bagus atau tidak. Dengan mengetahui kerugian dan dampak yang ditimbulkan dari sifat buruk kita, maka kita akan lebih termotivasi untuk berubah dan menghilangkan sifat buruk kita serta menjadi orang yang lebih baik.

5. Metode Mencari Nasihat

Metode ini kita dituntut untuk meminta orang lain menasihati keseharian dan sifat-sifat kita agar bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Bisa juga kita mengajak teman untuk saling menasehati jika ada yang kurang atau lebih atas sifat-sifat kita dengan mengamati keseharian. Dengan menggunakan metode saling menasehati, maka kita dan teman-teman pasti bisa bersama-sama untuk saling memperbaiki dan belajar untuk menjadi orang yang lebih baik serta menghilangkan sifat-sifat buruk yang membuat rugi pada diri sendiri.

6. Metode Biografi

Metode ini kita harus belajar dari pengalamn dan kisah hidup orang lain. Utamakan orang yang sukses dan bisa dijadikan tauladan baik yang kita contoh. Caranya, kita bisa membaca dan mempelajari buku-buku tentang kisah hidup seseorang yang berhasil dan menjadi pahlawan terhadap diri kita. Pelajari betul bagaimana dia berhasil melalui usaha dan masalah yang ada, bagaiman dia bersabar menuju keberhasilan dan kesuksesan dan lain-lain.

Yang terpenting untuk menangani kelemahan kita harus berusaha agar perubahan perilaku dan kepribadian kita yang baik menetap dan tertanam dan tidak akan lagi menjadi sifat buruk. Selalu mengingatkan pada diri sendiri agar terjaga dari sifat dan kepribadiaan yang buruk. Carilah teman yang bisa saling menasehati dan menuntun kita ke jalan yang baik dan benar.

Semoga Bermanfaat!

Penulis: Nastain Achmad

Foto Profil dari Nastain Achmad
Suka menulis artikel, puisi dan cerpen. Ingin hidup untuk menulis

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...