Motivasi / Manajemen Diri / Jangan Mudah Berjanji

Jangan Mudah Berjanji

Jangan mudah berjanji kepada seseorang jika tidak bisa melaksanakannya. Walaupun janji tersebut kita sanggup untuk melaksanakannya namun hati-hati dengan janji karena akan membuat kita terbebani dan menyesal di akhir cerita nanti. Entah itu tentang apapun janji. Berjanji merupakan sikap yang dilakukan seseorang untuk meyakinkan orang lain karena sesuatu hal atau masalah. Dalam berjanji kita harus mengetahui aturan mainnya jangan sekali-kali berjanji seenaknya saja tidak memikirkan sebab-akibat yang akan ditimbulkan. Hal ini berjanji dalam ucapan memang sepele namun ketika akan melaksanakannya akan terasa berat dan mengetahui kandungan yang sbenar-benarnya tentang janji.

Jangan mudah berjanji dalam keadaan dan kondisi apapun. Biasanya berjanji akan terucap ketika bercanda dengan teman-teman terutama ketika beradu argument yang tidak mau dikalahkan. Janji tidak bisa dibuat main-maian walaupun kita mengucapkan janji hanya bercanda namun kita sudah mengaplikasikan sebagai ikrar yang harus dilaksanakan dan nadzar dengan Tuhan.

Kita ambil contoh saja dengan masalah remaja masa kini yaitu tentang hubungan percintaan. Ketika dalam hubungan tersebut jangan selalu berjanji tentang apapun aktivitas yang biasanya kita lakukan dengan pasangan kita. Seperti ketemuan, mengasih barang atau sesuatu yang berharga untuk pasangan. Hendaknya kita segera melaksanakan dan membuktikan di depan pasangan kita jangan hanya janji belaka agar tidak terbebani dan tidak kefikiran yang tidak-tidak. Yang harus kita garis bawahi jangan sekali-kali kita berjanji untuk memberi harapan kepada pasangan kita tentang keseriusan hubungan dengan menikahinya. Karena takdir Tuhan kita tidak tahu. Boleh saja kita berjanji dengan memberikan harapan namun harus ada kesepakatan terlebih dahulu dengan pasangan kita agar nanti tidak pelanggaran dan hukuman. Oleh karena itu, jangan meremehkan janji sebelum ada bukti.

Jika kita sudah terlanjur berjanji namun kita berat untuk menepati dan melaksanakannya, maka akibatnya akan mendapat balasan dari teman-teman kita seperti dibenci, tidak bisa dipercaya dan akan dijauhinya sehingga kita menjadi orang hina dan munafik di mata mereka. Selain itu, kita juga akan mendapatkan  balasan dari Tuhan karena kita sudah melanggarnya. Janji adalah nadzar maka harus dilaksanakan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berjanji.

Ini ada beberapa akibat jika kita mudah dalam berjanji dan tidak bisa menepati dan melaksanakannya, antara lain:

– Menjadi orang yang tidak bisa dipercaya.

– Dijauhi dengan teman-teman dan masyarakat.

– Setiap perbuatan dan ucapan tidak akan dihiraukan hanya omong kosong belaka.

– Dikucilkan dan hina.

– Tergolong menjadi orang kafir dengan sifatnya yaitu munafik.

– Hidup akan terbebani.

– Tumbuh rasa penyesalan.

– Tumbuh rasa ketakutan yang menghantui diri dan kehidupan.

Dalam hal ini biasanya jika berjanji tidak bisa ditepati banyak halangan dan rintangan yang akan ada di kehidupan karena itu sudah suatu balasan dari murka Tuhan. Bisa juga kita akan mengalami ketidaksinambungan dalam hidup. Seperti bingung untuk melangkah ke depan, tidak bisa mengarahkan diri sendiri karena dihantui rasa takut dan penyesalan atas ikrar yang sudah dilontarkan.

Selain itu, berjanji akan memberikan sisi buruk untuk setiap perjalanan hidup kita. Dampak yang timbul dari diri sendiri dan terutama dari masyarakat yang sudah menilai kita sebagai orang jelek dan hina. Masyarakat tidak akan mendukung apa-apa yang kita lakukan dan selalu memandang negatif. Sekali lagi,

Jangan mudah berjanji!

…karena memang janji adalah pegangan hidup seseorang dan akan menuntut seseorang untuk harus melaksanakannya.

Penulis: Nastain Achmad

Foto Profil dari Nastain Achmad
Suka menulis artikel, puisi dan cerpen. Ingin hidup untuk menulis

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...