Motivasi / Manajemen Diri / Hei Hati-hati ada CCTV!

Hei Hati-hati ada CCTV!

Misalkan suatu saat Anda memasuki sebuah gedung atau pusat perbelanjaan besar. Di sana Anda menyadari bahwa di setiap sudut sudah terpasang kamera  CCTV  (Closed Circuit Television) yang setiap saat merekam apa saja yang ada dalam jangkauannya. Anda juga menyadari bahwa apa pun yan Anda lakukan di tempat tersebut akan terekam oleh kamera. Ke sudut mana pun Anda pergi selalu berada dalam jangkauan kamera tersebut. Bagaimana sikap Anda di tempat tersebut?

Tentu akan berhati-hati bukan?

sumber: nirvazinspired.blogspot.com

sumber: nirvazinspired.blogspot.com

Anda juga akan berusaha sekuat tenaga menghindari berbagai aktivitas yang melanggar norma dan aturan yang berlaku di tempat tersebut. Anda pun akan malu melakukan kecurangan dan tindakan tidak terpuji lainnya.

Mengapa?

Karena Anda khawatir tindakan-tindakan tersebut akan tersorot dan terekam oleh kamera CCTV yang ada di setiap sudut gedung tersebut. Anda takut akan mendapat hukuman dari pihak berwenang jika tindakan melanggar aturan diketahui melalui kamera CCTV. Anda malu aib dan tindakan tercela yang Anda lakukan digedung tersebut terekam oleh kamera. Ya, karena kamera cctv tersebut merupakan saksi bisu yang akan menceritakan kembali, menyiarkan ulang apa-apa yang dilihatnya di gedung tersebut.

Kamera itu tidak akan pernah berbohong. Kamera itu tidak bisa disogok untuk menutupi aib Anda. Kamera itu akan menyiarkan apa adanya lakon kehidupan yang tertangkap olehya.

Nah, saudaraku…

Ketahuilah bahwa sesungguhnya di seluruh aktivitas hidup kita di dunia ini setiap saat ada yang mengawasi. Bahkan, pengawasannya jauh lebih canggih dari sekedar kamera CCTV yang ada di sudut-sudut gedung mewah tersebut. Setiap aktivitas yang kita lakukan di dunia ini, selalu ada dua malaikat yang mencatat. Bahkan jauh lebih detail dari akuntan mana pun di dunia ini.

Ketahuilah bahwa setiap gerak gerik kita dalam hidup ini tidak pernah lepas dari pengawasan Dia yang Maha Melihat. Allah, Tuhan yang menguasai kehidupan ini tidak akan lengah dengan semua amal yang telah kita perbuat. Baik yang kita lakukan terang-terangan ataupun yang tersembunyi. Dia juga sudah mengutus dua malaikat yang setia untuk mencatat setiap amal baik dan amal buruk yang kita lakukan. So, jangan lengah, karena setiap saat ada yang mengawasi.

Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak. Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi. Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.” (Ar Ra’d: 9-10)

 

Ketika Rekam Hidup Diputar Ulang

Kelak di hari pembalasan Allah akan memperlihatkan kembali apa-apa yang kita perbuat selama di dunia. Allah akan memutar ulang perjalanan hidup kita. Sebagaimana hasil rekaman CCTV yang diputar di hadapan kita. Akankah kita sanggup menyaksikannya?

Akankah kita sanggup menyaksikan segala bentuk kecurangan, kebohongan dan kemunafikkan yang berhasil ditutupi dengan rapi di dunia ini? Ketahuilah, tidak ada yang luput dari pengawasan Allah. Tidak ada yang luput dari catatan kedua malaikat-Nya. Bahkan sekecil biji zarah pun kejelekan, sebesar biji zarah pun kebaikan yang disembunyikan, aka tetap dicatat dan diperlihatkan kembali di hadapan kita.

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan-mu tidak menganiaya seorang juapun.” (Al Kahfi: 49).

Muroqobatullah Kuncinya

Manusia memang tempat salah dan silap. Lemah dan lalai adalah sifat yang senantiasa melekat pada diri kita. Selain itu potensi nafsu lawamah yang ada dalam diri kita cenderung menggiring pada kemungkaran. Belum lagi syetan dan bala tentaranya yang tidak pernah rela melihat kita asyik dalam ketaatan.

Inilah yang kemudian membuat manusia selalu melenceng dari syariat Allah swt. Senantiasa tergoda untuk berbuat maksiat. Terkadang ada yang dengan sombongnya melakukan kemaksiatan terang-terangan. Ada juga yang malu pada sesama manusia, namun tidak malu berbuat maksiat di hadapan Tuhan. Ia melakukan maksiat secara sembunyi-sembunyi. Namun, apa sih yang terhijab dari cctv-nya Allah?

Untuk itu, islam kemudian mengajarkan pada kita bahwa agar senantiasa berzikir pada Allah. Hakikat dari zikir sesungguhnya adalah mengingat Allah. Merasakan pengawasan Allah terhadap diri kita. Inilah yang disebut dengan muroqobatullah. Yaitu sifat yang akan menuntun kita untuk mawas diri dan takut untuk berperilaku melenceng di hadapan Allah swt.

So, hati-hatilah cctv-nya Allah tak pernah lelah mengawasi dan merekam semua tindak tanduk kita!

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...