Motivasi / Manajemen Diri / Hikmah Menyambung Silaturahmi

Hikmah Menyambung Silaturahmi

Hikmah Menyambung Silaturahmi – Silaturahmi merupakan salah satu ajaran islam yang agung untuk memuliakan ummatnya. Dalam kehidupan ini manusia tidak hanya dituntut untuk menjaga hubungan baik secara vertikal akan tetapi juga wajib menjaga hubungan baik secara horizontal. Ya, hablumminannas yang baik merupakan salah satu ciri muslim yang baik. Karena, idealnya hablumminallah yang baik akan tercermin pada hablumminannas yang baik juga.

Menyambung silaturahmi adalah kunci keberhasilan seorang muslim ketika hidup di masyarakat. Ketika ia mampu menyambung tali silaturahim dengan sahabat dan kerabat, maka ia akan menjadi sosok yang dinanti kehadirannya. Ia akan dicintai oleh sesama. Karena kehadirannya selalu memberi arti.

Itulah mengapa islam sangat menganjurkan pada kita untuk senantiasa memperpanjang tali silaturahmi. Sebab, kita adalah mahluk sosial. Kebaikan dan keburukan kita diukur dari interaksi kita dengan sesama. Demikian juga keunggulan dan kelemahan kita ditentukan dari peran kita di tengah-tengah masyarakat. Mustahil kita bisa menjadi manusia yang unggul jika kita hanya hidup menyendiri tanpa kontribusi.

Menyambung silaturrahmi memiliki hikmah yang sangat banyak. Baik untuk kebaikan di dunia maupun kebaikan di akhirat. Berikut adalah beberapa hikmah menyambung silaturahmi yang perlu kita ketahui:

Kelapangan Rezki dan Panjang Umur

Barang siapa yang ingin dimudahkan rezkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung tali kerabat (silaturahmi).” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Saw menganjurkan ummatnya untuk senantiasa menyambung silaturrahmi. Silaturrahmi yang baik menjadi salah satu sebab mengalirnya rezki pada seorang hamba. Karena dalam silaturrahim manusia saling berinteraksi, saling berkomunikasi, saling berbagi dan memberi solusi satu sama lain. Kebaikan akan berbalas kebaikan, sedang keburukan akan berbalas keburukan. Sementara, dalam menyambung silaurahim kita dituntut untuk senantiasa memberi kebaikan pada sesamaa.

Silaturahmi juga menjadi sebab dipanjangkan umur. Dalam artian manusia yang hidupnya selalu menyambung silaturrahmi akan banyak memberi manfaat. Keberadaannya akan banyak diingat oleh orang-orang yang dikenalnya. Hidupnya pun akan selalu berada dalam keberkahan dan kebahagiaan.

Dinaungi Oleh Mahabbah (cinta) Allah

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad Saw menceritakan bahwa ada seseorang menziarahi sasudaranya di kampung lain. Maka Allah mengutus malaikat di jalan tersebut dan ketika sampai ke jalan itu, malaikat itu bertanya, Anda mau ke mana?” Ia menjawab, “Saya hendak menziarahi saudaraku di kampung ini.” Malaikat lalu bertanya, “Apakah ada kepentingan?” Ia menjawab, “Tidak, kecuali saya mencintainya karena Allah Swt.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya saya diutus Allah untukmu, bahwa sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana Anda mencintainya.” (HR. Muslim)

Menyambung silaturrahmi adalah bukti cinta pada sesama. Cinta yang tulus akan mengundang cinta yang tulus juga. Bahkan Sang Pemilik cinta pun menjanjikan cinta yang sama. Bagi setiap hamba yang mencintai saudaranya dengan ikhlas dan tulus.

Implementasi dari Kualitas Iman

Barang siapayang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menyambung tali kerabat (silaturrahim).” (HR. Muttafaq ‘alaihi).

Kualitas keimanan seorang hamba akan tercermin dalam kehidupannya sehari-hari, pada akhlaknya. Iman yang baik akan melahirkan akhlak yang baik juga. Karena akhlak adalah buah dari keimanan. Dan menyambung silaturrahmi adalah bentuk akhlakul karimah seorang muslim dalam bermasyarakat.

Jalan Menuju Surga Allah

Barang siapa yang menjenguk orang sakit atau menziarahi saudaranya karena Allah Ta’ala, maka datanglah penyeru yang menyerukan; engkau baik, dan langkahmu juga baik dan egkau akan masuk surga sebagai tempat tinggal.” (HR. At Tarmidzi dan Ibnu Madjah)

Ya, ada banyak jalan menuju syurga. Banyak amal kebaikan yang akan mengantarkan kita pada surganya Allah. Namun, semua menjadi tidak berarti ketika kita memutus tali silaturrahmi. Karena, memutuskan tali silaturrahim akan memutuskan jalan kita menuju surganya Allah. Sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya, “tidak akan masuk surga Qaathi’ (yakni Qaathi’ Rahim) pemutus tali silaturahim” (HR. Muttafaq ‘alaih). Oleh karena itu, yuk menyambung silaturrahmi!. Agar semakin lempang jalan kita menuju surga-Nya Allah.

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...