Motivasi / Cerita Inspirasi / Jangan Menumpuk-numpuk Masalah

Jangan Menumpuk-numpuk Masalah

Karena alasan mengejar deadline, seringkali saya menunda-nunda untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Contohnya, sudah dua minggu belakangan saya tidak menyempatkan diri untuk menyetrika. Cucian yang sudah kering saya tumpuk dalam sebuah keranjang pakaian besar. Pakaian bersih saya dalam lemari sudah hampir habis.

Hari ahad semua rentetan deadline berhasil terlewati. Saya pun memutuskan untuk mematikan laptop dan hari ini fokus untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Membersihkan setiap sudut rumah, kamar mandi, mencuci dan terakhir menyetrika pakaian. Alamaaak, satu keranjang besar pakaian menanti untuk disetrika L Tumpukan pakaian ini harus segera dieksekusi agar tidak menimbulkan masalah baru.

Duh, butuh waktu berapa lama?

Muncul rasa malas untuk menyentuhnya. Namun, jika tidak segera dikerjakan saya tidak punya pakaian rapi lagi untuk keluar. Jadi, mau tidak mau saya tetap harus menyetrika hari ini. Melihat tumpukan yang menggunung, saya memperkirakan pekerjaan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Namun, saya sudah bertekad apapun yang terjadi saya harus nyetrika haha… Akhirnya, menjelang tengah malam pekerjaan menyetrika pakaian baru bisa dibereskan. Ada perasaan lega melihat pakain bersih tertata rapi dalam lemari. Seperti melepaskan setumpuk beban berat dari punggung. Semua rasa lelah, capek dan kesal hilang tanpa bekas.

Tumpukan pakaian kusut tersebut bisa kita analogikan sebagai tumpukan masalah dalam hidup. Ketika sebuah masalah tidak segera diselesaikan, maka ia akan ditumpuk pada satu ruang dalam hidup kita. Masalah itu tidak akan hilang dengan munculnya masalah baru. Sebagaimana pakaian kusut tidak akan berkurang dengan munculnya pakaian kusut baru. Akan tetapi masalah baru akan menambah perbendaharaan masalah yang sudah ada di sudut ruang hidup kita.

Begitu terus, tumpukan demi tumpukan masalah itu akan terus meninggi jika tidak segera diselesaikan. Masalah dalam hidup ini tidak hanya datang dari diri pribadi, tapi juga keluarga, orang lain dan lingkungan. Masalah datang tanpa kenal waktu dan kesiapan kita untuk menyelesaikannya. Karenanya, tidak ada pilihan lain selain kita yang harus siap untuk menyelesaikan masalah itu.

Jika tumpukan pakaian yang menggunung saja bisa membuat kita berat untuk membereskannya, apalagi tumpukan masalah. Terkadang ada perasaan ingin lari saja dari tumpukan masalah yang menghimpit diri. Namun ketahuilah, lari tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Itu hanya cara pecundang untuk mengesampingkan masalah. Masalah baru muncul, sementara masalah lama akan kembali menagih untuk diselesaikan.

So, tidak ada pilihan lain selain selesaikanlah sekarang juga. Lakukan apa yang bisa dilakukan. Jika kita mau bergerak, pasti akan selalu ada jalan untuk menyelesaikannya. Semesta akan mendukung setiap niat dan langkah kita. Yakinlah, seiring waktu dan usaha yang dilakukan satu demi satu masalah akan teratasi. Lelah, kesal dan marah pun akan berganti senyum.

Hidup ini pada hakikatnya adalah pergantian dari satu masalah ke masalah lain. Jadi jangan pernah berharap bisa lepas dari masalah. Yang perlu kita lakukan adalah, bersegera menyelesaikan. Agar, ketika masalah baru datang kita bisa fokus untuk menyelesaikan masalah yang baru. Tidak perlu lagi khawatir dengan bayang-bayang masalah lama. Karena, masalah baru pasti akan datang tanpa pernah menunggu masalah lama selesai.

Nah, masih suka menumpuk-numpuk masalah? Yuk segera dieksekusi! Agar masalah demi masalah bisa menjadi sarana bagi kita untuk lebih baik ke depannya.

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

7 comments

  1. Sepakat, Mba/ Bu, bukankah Al Qur’an juga mengajarkan yang demikian?

    “Maka apabila engkau telah selesai (dari satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap,” (QS. 94: 7-8).

  2. memang sekecil apapun masalah harus segera diselesaikan mba spy tdk makin mnumpuk

  3. kadang kita berpikir, ah.. nanti juga bisaa…

  4. sangat setuju – sesungguhnya menunda masalah identik membuat bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak – terimakasih sudah mengingatkan

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...