Motivasi / Motivasi Diri / Mengapa Begitu Sulit Meraih Mimpi?

Mengapa Begitu Sulit Meraih Mimpi?

Seringkali kita merasa jalan untuk menjempuat impin itu terasa sulit. Penuh dengan ranjau ujian yang menghalangi langkah-langkah kita. Ranjau ujian itu tidak hanya datang dari luar. Tapi tidak sedikit yang justru muncul dari dalam diri sendiri. Ranjau-ranjau tersebut tumbuh subur dan semakin besar. Menciptakan rasa nyaman sehingga kita enggan untuk bergerak untuk menjemput impian. Ketahuilah, ranjau yang tumbuh dalam diri ini adalah ranjau yang paling berbahay. Ranjau yang akan mematikan semangat kita untuk menjemput impian. Sehingga, sedikit demi sedikit kita mengikhlaskan impian benar-benar menjadi mimpi yang tidak pernah menjadi nyata.

Gambar: blog.umy.ac.id

Gambar: blog.umy.ac.id

Mengapa begitu sulit meraih mimpi?

Sebenarnya, bukannya mimpi yang terlalu tinggi atau terlalu muluk. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih. Tidak ada cita-cita yang terlalu muluk untuk diwujudkan. Hanya saja mungkin kita masih memelihara ranjau-ranjau berwajah ramah dalam diri kita. Sehingga, gerak kita, semangat kita dan keinginan kita untuk meraih mimpi menjadi lemah.

Apa saja ranjau-ranjau berwajah ramah yang membuat kita sulit meraih mimpi?

Ada banyak macam ranjau yang mungkin tumbuh dalam diri kita. Berikut dalam tulisan ini kita akan membahas lima diantara banyak ranjau yang sering menghambat gerak kita dalam meraih mimpi. Setelah mengetahui bentuk-bentuk ranjau penghambat ini, semoga kita bisa mencabutnya dari dalam diri kita. Atau minimal menghambat pertumbuhannya. Sehingga, gerak kita untuk meraih mimpi tetap melaju dengan pasti.

Malas

Malas adalah bentuk ranjau penghambat yang mudah sekali tumbuh dalam diri seseorang. Rasa malas membuat kita enggan untuk melakukan berbagai aktivitas. Khususnya aktivitas yang akan menghantarkan kita untuk menjemput impian. Inilah yang membuat impian terasa jauh. Semakin lama terasa semakin sulit untuk diraih.

Untuk itulah mengapa kita perlu mencabut sifat malas dalam diri kita. Kita harus melawan sifat malas-malasan yang membuat kita nyaman untuk tidak bergerak. Ingat-ingat kembali impian kita. Bayangkan betapa bahagianya andai kita berhasil meraih impian tersebut. Sementara waktu yang kita miliki untuk meraih impian tersebut sangat terbatas. Jadi, kalau kita terus menerus bermalas-malasan maka bagaimana mungkin kita bisa merasakan bahagia itu. Dan sangat mungkin kita tidak akan pernah merasakan untuk selamanya.

Tidak Fokus

Ranjau selanjutnya adalah tidak fokus. Ya, seringkali kita tidak fokus dengan impian yang ingin diraih. Kita masih sering tergoda untuk mengejar hal-hal lain di luar mimpi kita. Kita sering tergoda dengan kesuksesan orang lain. Sehingga kita kemudian beralih fokus pada apa yang dikejar orang lain. Akibat, impian kita sendiri terabaikan sementara apa yang dikejar juga tidak berhasil di raih.

Tidak fokus sangat berbahaya bagi impian kita. Karena ketidak fokusan tersebut menyebabkan kita melangkah tanpa arah yang jelas. Sebentar-sebentar melangkah ke depan, sebentar-sebentar mundur ke belakang, terkadang ke kanan dan di lain kesempatan ke kiri. Kondisi seperti ini menyebabkan langkah kita semakin lama semakin jauh dari impian yang ingin di raih.

Oleh karena itu…

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...