Motivasi / Cerita Inspirasi / Menjadi Kekasih Allah

Menjadi Kekasih Allah

Dia adalah perempuan berwajah sederhana dan berkulit hitam. Penyakit ayan yang diderita telah membuatnya nelangsa. Ketika penyakitnya kambuh, terkadang auratnya sampai terbuka di depan umum. Sebagai seorang muslimah yang taat, kondisi ini tentu saja membuatnya merasa malu dan sedih.

Hal inilah yang mendorongnya menghadap Rasulullah Saw untuk mengadukan penyakit yang dideritanya. Ia berharap Rasulullah berkenan berdoa untuknya agar Allah swt berkenan menghilangkan penyakit yang dideritanya.

webctfatimahdotwordpressdotcom

Mendengar pengaduan Perempuan itu, Rasulullah Saw kemudian bersabda, “Wahai saudariku, jika Engkau tahan dan sanggup bersabar maka surga bagimu. Namun jika Engkau tidak sangup dan tidak mampu bersabar, maka aku akan mendoakan kesembuhan bagi Engkau.”

Bagaimanakah jawaban dari perempuan sederhana tersebut. Subhanallah, sejarah telah mencatat jawaban indah dari perempuan berkulit hitam ini. Jawaban dan pilihan hidupnya telah menjadi inspirasi bagi kaum muslim dari zaman ke zaman. Inilah jawaban fenomenal dari wanita bersahaja ini, “saya tahan dan sanggup bersabar dengan penyakit ini ya Rasulullah. Tapi saya mohon doakan saya, agar ketika penyakit saya kambuh, aurat saya tidak sampai terbuka.”

Subhanallah, perempuan sederhana itu lebih memilih menanggung derita penyakit seumur hidupnya. Semua tak lain demi nikmat surga yang dijanjikan.

===

Setiap mukmin pasti mendambakan untuk menjadi kekasih Allah. Yaitu seorang hamba yang dicintai oleh Allah. Namun, tidaklah mudah untuk mencapai level tersebut. Karena Allah akan menyeleksi pribadi terbaik dari hamba-hamba-Nya yang beriman.

 Kekasih Allah adalah orang-orang terpilih yang berhasil lulus dari serangkaian ujian dari Allah. Allah punya cara sendiri dalam menguji hamba-hamba-Nya. Ada hamba yang diuji dengan kesulitan dan kepahitan hidup. Namun, ada juga yang diuji dengan kemudahan dan keberlimpahan.

Q. S. Al-Mulk : 2

Seperti perempuan sederhana yang menemui Rasulullah di atas. Dia diuji dengan penyakit yang dideritanya. Ketika bekal kesabarannya tinggal seujung kuku, ia meminta agar Rasulullah mendoakan kesembuhan  untuknya. Tapi apa yang ia dapat? Rasulullah Saw justru memberikan dua pilihan pada-nya. Kesembuhan di dunia atau surga di akhirat kelak.

Dan perempuan shalehah perindu surga itu lebih cenderung memilih surga. Ya, dia memilih surga dan rela bersabar dengan semua rasa sakit yang terus berulang seumur hidupnya. Janji surga menjadi sumber motivasi maha dahsyat baginya. Kesabaran dan ketegaran yang tadinya hampir pupus, sekarang kembali tumbuh membuncah dalam dadanya.

Inilah gambaran pribadi kekasih Allah. Jiwa-jiwa mulia yang rela bersabar menjalani ujian demi ujian untuk meraih surganya Allah. Meski pahit dan getir, mereka tetap bersabar. Dari sini bisa kita berkaca bahwa untuk menjadi kekasih Allah kita perlu menyiapkan beberapa amunisi berikut:

Pertama: Cinta

Q.S. Ali Imran: 31

Rasulullah Saw telah menggariskan bahwa seseorang tidak akan pernah mampu mencapai derajat keimanan dan kecintaan yang sempurna sebelum ia mampu mencintai Allah, Rasul dan orang-orang beriman melebihi cinta pada diri sendiri. Cinta adalah energi yang menggerakkan seseorang untuk selalu ringan berbuat yang terbaik untuk sesuatu yang dicintainya. Demikian juga ketika kita mencintai Allah dan Rasul.

Kedua: Sabar dan Syukur

Q.S Al-Baqoroh: 155

Allah menghiasi hidup kita dengan ujian demi ujian. Ujian itu pada dasarnya adalah cara Allah dalam mencintai hamba-Nya. Ketika kita mampu melewati ujian demi ujian tersebut dengan baik, maka Allah akan menaikkan derajat kita di sisi-Nya. Dalam Al quran Allah menegaskan bahwa bekal terbaik untuk melewati ujian demi ujian tersebut adalah sabar dan syukur. Bersabar ketika Allah menguji kita dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dan bersyukur ketika Allah menguji kita dengan hal-hal yang menyenangkan.

Tiga: Jihad

Q.S. Al-Ankabut: 69

Kita tidak akan pernah bisa menjadi yang terbaik jika tidak berjihad (bersungguh-sunguh). Menjadi kekasih Allah adalah prestasi terbaik seorang hamba di sisi Rabb-nya. Prestasi terbaik tidak mungkin diraih dengan berleha-leha. Ia perlu diperjuangkan dengan ikhtiar yang optimal. Karenanya, yuk kita kejar predikat tersebut dengan berjihad di jalan-Nya.

Ya, menjadi kekasih Allah di dunia dan akhirat adalah impian setiap mukmin. Termasuk kita tentunya. Karenanya, mari kita realisasikan impian tersebut dengan cinta, sabar, syukur dan jihad di jalannya. Seperti perempuan sederhana yang bersabar dengan sakit yang dideritanya demi surga yang dijanjikan Allah. Demikian juga dengan kita, mari kita berdamai dengan keadaan. Menerima semua ketetapan Allah dengan sabar dan syukur. Jalani skenario Allah dengan energi cinta dan jihad di jalan-Nya. Wallahu’alam.

Sumber Gambar: www.webctfatimah.wordpress.com

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...