Motivasi / Manajemen Diri / Jangan Membuat Hidup Lebih Susah

Jangan Membuat Hidup Lebih Susah

“Kami ini orang susah, Pak.” Kalimat itu sering terdengar. Yang mengucapkan adalah orang yang merasa kondisi ekonominya kurang bagus. Dia bekerja keras membanting tulang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baginya, untuk mendapatkan uang guna mengisi perut hari itu saja sudah setengah mati rasanya. Boro-boro untuk menyekolahkan anak-anaknya atau membuat rumah yang layak tinggal.

Adalah seorang pemuda, yang bekerja apa adanya, telah membuat ulah dengan memanfaatkan sosial media. Gambar yang dinilai tak senonoh diunggah olehnya. Tak pelak, aparat kepolisian bertindak. Pemuda sederhana, anak sepasang suami isteri yang sederhana itu tersandung perkara. Ulah anak mengakibatkan orangtuanya ikut menderita. Beruntung pejabat yang menjadi sasaran berkenan memaafkan kesalahan si pemuda. “Lain kali berhati-hati ya,” begitu pesan beliau. Orangtua dan si pemuda merasa lega. Entah bagaimana perkara selanjutnya.  Berhenti atau terus bergulir.

Hidup ini susah. Maka dari itu selayaknya jangan melontarkan ucapan, bersikap, dan bertingkah laku yang membuat hidup lebih susah. Minum air putih itu sehat dan murah. Mengapa mesti minum oplosan? Contoh sudah banyak. Orang yang meninggal dunia karena menenggak minum oplosan sudah sering diberitakan di media. Tetapi ternyata kasus seperti itu masih sering terjadi. Nggak ada kapoknya mencari perkara dan gara-gara.

Hidup itu susah. Miskin itu tak dilarang undang-undang, tetapi jangan sampai kita miskin di semua lini. Jika kita miskin maka mari kita mainkan peran itu dengan sebaik-baiknya. Santun, giat bekerja, jujur, taat beribadah, dan gemar membantu orang lain adalah lima di antara berbagai kebaikan yang bisa dilakukan jika kita menjadi orang miskin. Jangan sampai kita miskin di segala bidang. Sudah kita miskin dicampur pula dengan sifat malas, berkelakuan buruk, tidak taat kepada perintah agama, sering melanggar hukum dan norma yang berlaku serta berperilaku kurang baik lainnya.

Banyak contoh orang yang hidupnya susah bisa naik haji atau umroh. Ada juga orang tidak mampu yang bisa menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana. Itu karena dia rajin bekerja, gemar membantu, rajin berdoa, jujur, selalu bersyukur, tak mudah menyerah, dan taat beribadah. Orang seperti inilah yang disayang Tuhan dan manusia.

.

Tuhan menyayangi hambaNya yang bekerja keras

Tuhan menyayangi hambaNya yang bekerja keras

.

Sebaliknya, orang yang tidak mampu dari segi finansial, malas, berkelakuan buruk, suka berbuat onar, cuek bebek terhadap orang lain dan lingkungannya tentu kurang disukai orang. Orang susah boleh berjualan makanan, tetapi jika dia mencampur makanannya dengan barang yang berbahaya atau menjijikkan maka dia akan menjadikan hidupnya semakin susah. Dagangannya menjadi tidak laku dan malah dipenjara karena ulahnya. Menimbun barang dengan maksud untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya menjelang kenaikan BBM adalah perilaku yang amoral dan asosial.

Hidup ini susah maka dari itu jangan melontarkan ucapan, bersikap, dan bertingkahlaku yang membuat hidup lebih susah. Mari kita isi sejarah hidup kita dengan kebaikan-kebaikan agar kita menjadi sebaik-baik manusia yaitu yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Kebaikan, sekecil apapun tak pernah diremehkan oleh Tuhan. Meletakkan sebuah kendi berisi air putih di depan rumah untuk membantu orang yang kehausan adalah sebuah kebaikan yang mudah dilakukan oleh siapapun.

Penulis: Abdul Cholik

Foto Profil dari Abdul Cholik

One comment

  1. Setuju pak dhe,,lebih baik kita bekerja, melakukan yg terbaik,,drpd mmbuang energi untuk hal2 yg negatif,,yg akhirnya merugikan diri kita sendiri,,

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...