Motivasi / Motivasi Diri / Duh, Puasa Di Amerika Lebih Lama Saat Musim Panas Ini

Duh, Puasa Di Amerika Lebih Lama Saat Musim Panas Ini

jamSahabat blogekstra, bulan Romadhon 1436 H tahun 2015 ini bertepatan dengan datangnya musim panas di Amerika serikat. Dengan demikian, waktu siang harinya menjadi lebih panjang dibanding malam harinya. Waduh, maka dari itu waktu berpuasanya pun menjadi lebih lama. Sekarang, orang-orang Amerika berpuasa 16.5 jam. Dan ini berarti bahwa mereka berpuasa 3 jam lebih lama dibanding dengan kita yang ada di Indonesia.

Hem.. bayangkan ya kalau puasa kita ditambah 3 jam. Bagaimana rasanya? Pasti lebih berat. Dan bagi anak-anak, pasti deh banyak yang sudah berbuka dua kali he he..

Memang sih, bagi yang mengharap imbalan dari Allah, semua itu akan diterjang. Tapi, tetap saja kita tidak bisa memungkiri bahwa puasa selama 16.5 jam itu cukup berat. Itu artinya, waktu menahan haus dan lapar kita di siang hari menjadi lebih panjang. Dan tidak bisa ditutupi lagi bahwa keringnya tenggorokan sudah sampai ke ubun-ubun rasanya he he..

Berat menahan makan dan minum, berat juga menahan godaan. Godaanya apa? Ya pasti banyak lah, di Indonesia saja banyak godaan yang menggiurkan, apa lagi di Amerika sana. Pasti jauh lebih banyak lagi. Contohnya begini: Enak-enak nongkrong di pinggir jalan, tiba-tiba ada cewek yang “bajunya belum jadi”. Nah, ini kan sedikit cobaan yang kalau terlalu lama bergentayangan, akhirnya dapat menguras pahala dari puasa kita.

Selain dari itu, beratnya menjalankan puasa romadhon di amerika sana juga terasa di malam harinya. Sebab kalau siangnya menjadi lama, maka malamnya menjadi lebih cepat dibanding biasanya. Kalau begitu, berarti waktu beribadah dan istirahat kita menjadi sedikit. Bayangkan saja magrib mulainya pukul 20.30. Kemudian isya mulai pukul 22.12. Sedangkan imsaknya pukul 04.04. Lha berarti, hanya sedikit saja waktu orang-orang di sana untuk tidur.

Kalau seperti itu? Bagaimana coba siangnya? Sedangkan kita di Indonesia saja yang malam banyak tidur siangnya loyo kok. Mungkin kalau kita langsung berpuasa ala orang Amerika saat musim panas ini ya bisa-bisa hanya terkapar di ranjang saat menunggu waktu berbuka.

Berat-berat sekali rasanya. Apa lagi, yang namanya Muslim di Amerika itu kan hanya minoritas. Jadi, meskipun saat bulan puasa ya restoran dan toko-toko makanan tetap buka. Dan orang yang makan pun seperti hari-hari biasanya. Bagaimana menurut Anda. Berat tidak? Ya iya lah, lha wong di Indonesia baru lihat iklan sirup di Tv saja sudah pengen ke dapur. Apa lagi lihat orang makan he he he..

Sahabat, bersuyurlah atas apa yang Allah berikan kepada kita. Alhamdulillah, kita selalu menjalankan ibadah puasa dengan waktu yang sama setiap tahunnya. Untuk itu janganlah kita terlalu banyak mengeluh. Apa yang kita rasakan saudar-saudara kita di Amerika sana lebih berat dibanding kita.

Mari kita do’akan bagi saudara Muslim kita di Amerika serikat, agar diberi ketabahan dan pahala yang melimpah atas perjuangan mereka. Dan tentunya kita juga harus berdo’a agar Orang yang berpuasa di seluruh dunia bisa diterima amal ibadahnya.. Aamin..

Referensi:http://news.detik.com/berita/2950463/puasa-165-jam-di-as-kala-musim-panas-bagaimana-rasanya

Penulis: supangkat

Foto Profil dari supangkat
Blogger pemula yang mulai hobi menulis di blog pribadi dan menjadi guest blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...