Motivasi / Manajemen Diri / Semua Yang Di Dunia Ini Tak Ada Yang Abadi

Semua Yang Di Dunia Ini Tak Ada Yang Abadi

bluesea

gambar herryaliandi.blogspot.com

Sekuat apapun batu karang, pasti akan terkikis ombak. Sekuat apapun gunung-gunung mereka juga bisa diruntuhkan oleh hujan. Sekeras apapun biji besi, mereka pasti bisa juga dilebur.

Perhatikanlah warna di sekeliling kita. Perhatikanlah dengan pikiran jernih dan lihatlah sekali lagi, bahwa hitam tak selamanya hitam, putih tak selamanya putih, merah tak selamanya merah, biru tak selamanya biru, dan semua warna tak selamanya seperti itu.

Lihat dan perhatikanlah sekeliling bahwa yang didunia ini tak ada yang abadi, bahwa semua yang didunia ini cepat atau lambat pasti mengalami perubahan. Perhatikanlah benda-benda yang sebelumnya baru. Lambat laun iya pasti mulai usang. Mahluk hidup yang sebelumnya kecil lambat laun pasti akan berubah. Yang bagus pasti akan rusak, dan yang kuat pasti akan lemah kembali. Yang kering tak selamanya kering, yang basahpun tak selamanya basah.

Perhatikanlah keluarga kita yang lebih tua. Ayah, ibu, kakek, nenek, dulu mereka juga sama seperti kita. Perhatikanlah sekarang, rambutnya mulai memutih, kulitnya yang telah keriput, tenaganya yang telah berkurang, kesehatannyapun juga berkurang. Bahkan mungkin kita pernah diwarnai isak tangis atas kepergian salah seorang keluarga kita. Itu semua sebagai bukti nyata bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Sekali lagi, tak ada yang abadi di dunia ini.

Kita harus menanamkan pedoman penting bahwa hidup didunia ini hanya sementara. Meskipun demikian, jangan sampai yang sementara ini kita sia-siakan. Perbaiki diri, guna hidup lebih baik dan lebih kekal kelak. Ingatlah bahwa yang membuat kita bahagia abadi adalah ketika kita memiliki sikap saling berbagi, menyayangi, menghormati, menghargai dan peduli terhadap sesama.

Jadikanlah hidup yang sementara ini lebih berarti, bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah membebani orang lain dengan keluh kesah ataupun perbuatan kita yang merugikan. Ingatlah dan ingatlah sekali lagi bahwa hukum sebab akibat didalam hidup ini pasti ada. Jangan sampai kelakuan buruk hidup di dunia yang sementara ini, menjadikan kita mendapat sesuatu yang buruk pula di akhirat kelak.

Penulis: supangkat

Foto Profil dari supangkat
Blogger pemula yang mulai hobi menulis di blog pribadi dan menjadi guest blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...