Motivasi / Motivasi Diri / Hikmah dari Pengalaman Hidup Susah

Hikmah dari Pengalaman Hidup Susah

Di dunia ini, jika harus memilih kita tentu saja ingin selalu hidup bahagia, dan terhindar dari hidup yang susah. Tetapi, hukum alam sepertinya tidak akan berpihak terhadap manusia yang berpaham seperti itu, kita tentu ingat dengan istilah roda kahirupan, kadang di atas terkadang di bawah. Nah, pengalaman pun begitu adanya.

Umumnya, orang yang selama hidupnya kurang mengalami pengalaman hidup susah akan sulit untuk merasakan yang namanya bahagia. Mengapa? Karena dirinya tidak punya pembanding, jadi pengalaman bahagianya tidak disyukuri, dan sekalinya harus jatuh ke kubangan kesusahan, akan putus asa dan susah bangkit. So, pengalaman hidup susah baik yang teralami oleh diri sendiri, maupun pengalaman orang lain, pada dasarnya ialah suatu motivasi yang dapat menjadikan kita bangkit. Sebab kita lantas dapat bersyukur atas pengalaman bahagia yang sudah dan akan berlangsung kemudian.

Contoh ringannya, seorang anak yang dimanja oleh orang tua, sejak kecil selalu diberikan pengalaman hidup yang mudah, sekalinya ketemu yang susah pasti tidak dapat berdiri sendiri, serasa tidak punya pegangan kecuali orang tuanya, atau yang terdekat dengan, padahal, tidak mungkin kita selamanya bergantung pada seseorang, bukan? Dan biasanya, seorang anak yang tidak dimanja akan lebih memiliki kepedulian dan mensyukuri apa yang dimilikinya saat ini.

Ah, bicara soal pengalaman hidup susah, saya ingat masa kecil dulu, yang memang penuh dengan kesusahaan. Namun, dengan kesungguhan dan kemandirian belajar, alhamdulillah saya bisa bangkit dan selesai menempuh pendidikan tinggi dan mendapat beberapa beasiswa baik ditingkat PT maupaun menengah atas. Jadi, penyikapan terhadap suatu pengalaman yang tidak taklid buta memang cenderung memberikan harapan. Tidak mungkin kan kita susah terus? Kalau sampai terus-terusan susah pasti ada yang  salah, tinggal berani introspeksi saja.

Ya, walaupun begitu, bukan berarti saya hendak mengajak pembaca sekalian untuk hidup susah, karena untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berbudi baik, sebenarnya seseorang tidak harus membutuhkan pengalaman susah yang banyak. Sejauh kita masih percaya bahwa sesama manusia itu sama. Bahwa saya dan Anda bisa bahagia dan bisa juga susah, dan pernah mengalami pengalaman yang bahagia pun pengalaman yang susah. Harus saling belajar, dan dapat memetik pelajaran. Dengan kata lain, selalu ada harapan, jangan berputus asa dari rahmat-Nya, jadikan setiap pengalaman motivasi untuk lebih baik lagi. Toh, jika pun saat ini  kita lagi susah, insya Allah besok atau lusa kita akan bahagia, selagi tetap banyak syukur dan bekerja keras. Dengan begitu, kita tidak hanya dapat kebahagiaan, namun juga kedamaian hati.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...