Motivasi / Kisah Sukses / Yuk.. Belajar Sukses Dari Sang Master Honda (Part 2 – habis)

Yuk.. Belajar Sukses Dari Sang Master Honda (Part 2 – habis)

Passion Itu Sangat Penting

Siapa yang mengira seorang sosok Soichiro Honda yang sedari masih kecil telah begitu antusian serta mengagumi mobil serta mesin mampu mampu mengubah dirinya menjadi sosok seorang pebisnis besar dan terkenal yang luar biasa sukses dan sangat di kagumi kalangan dunia otomotif sejagad? Sedari kecil sosok Soichiro telah terbiasa menjadi seseorang yang memiliki segudang gagasan mutakhir dan impian. Kecintaan (passion) nya terhadap dunia mesin betul-betul berhasil membentuknya menjadi seseorang sangat luar biasa.

Bahkan ketika pada tahun 1914 (ketika itu umur Soichiro baru menginjak 8 tahun), ia rela berlari lari mengejar mobil dan oleh karena mobil tersebut tidak terkejar, dan apa yang ia lakukan kemudian? ia mencium bau oli mobil tersebut yang menetes di jalan.. :D memang sebetulnya agak nampak memalukan namun disitulah situasi serta kondisi dari seseorang yang patut dinamakan telah memiliki semangat dan passion.

Berawal dari passion atau rasa antusias yang begitu besar pada dunia otomotiff, Socihiro telah mengabdikan hidupnya untuk bekerja di bengkel sejak ia baru menginjak usia 15 tahun. Tentu umur yang masih terlalu muda. Namun dari situlah ia terus tumbuh dan berkembang sampai mampu mengubah dirinya menjadi seorang dengan wawasan yang luar biasa menyumbang jasa terhadap perkembangan kehidupan masyarakat luas di dunia.

3

So buat temen-temen saya yang super, mari untuk setiap pribadi tentu mempunyai minat serta bakat di bidang tertentu. Tak usah minder apalagi ngerasa galau dengan minat ataupun hobi kita yang kita miliki, sebab semua hobi ataupun minat bakalan menjadi baik jikalau diarahkan pada suatu hal yang positif. Awallilah semenjak dari sekarang berhasratlah dalam melakukan segala aktivitas yang Kamu senangi, lakukan kegiatan yang baik dan positif serta mudah-mudahan dari situlah akan muncul gagasan-gagasan unik dan cemerlang serta diteruskan dengan tindakan nyata untuk meraih sukses.

Hidup Ini Harus Action

Salah satu hal yang begitu saya kagumi dari sosok Soichiro ialah ia berani memutuskan untuk bekerja di Tokyo walau baru menginjak usia 15 tahun bahkan tanpa diiringi dengan pendidikan formal yang cukup dari sekolah. Dan dari keberaniannya untuk melakukan action itulah ia mampu menggapai banyak kesuksesan.

Maka dari itu, kita yang telah berkesempatan memiliki pendidikan matang, ada yang telah lulus kuliah, masih sekolah, telah bekerja, mengapa kita tidak mau melakukan action seperti halnya yang dilakukan olek sosok Honda sang super star? Jangan takut..jangan ragu.. hidup tanpa action dan tanpa adanya resiko ialah hidup yang tidak sebenarnya.

Jangan Gampang Menyerah

Sekitar kurang lebih pada tahun 1940-an yakni Perang Dunia ke II bergejolak dan disaat momen-momen itulah usaha Soichiro mulai beranjak tumbuh. Bengkel serta usahanya mulai berkembang pesat tetapi perang yang sangat dahsyat juga memberi imbas terhadap bisnis yang dijalankannya. Pabirk-pabriknya terbakar, sampai pada akhirnya ia terpaksa membangun labolatorium dari hasil puing-puing barang yang telah tidak digunakan lagi.

Tidak hanya sekedar perang, banyak aral rintang lain yang menjadi cobaan terhadap ketahanan bisnis sang Honda, sejak dari jatuh sakit, mengalami kebakaran pabrik, krisis yang timbul dari dampak perang serta masih banyak lagi.

Tetapi berkat ketahanan serta usahanya agar bertahan-lah serta tentunya dengan campur tangan Tuhan, Akhirnya Honda terbiasa menghadapi situasi serta kondisi yang sulit. Dan kedepan tentu saja pengelaman itu memberi berbagai kemanfaatan bagi kesuksesan bisnisnya. Jadi, never give up.

Yang terakhir dan sebagai penutup pembahasan kali ini, izinkan diri saya untuk mengutarakan sebuah kutipan dari sang super star Soichiro Honda :).

4

“Orang memandang kesuksesan saya hanya 1 %, namun mereka tidak memandang 99 % kegagalan saya!”.

oleh ~Soichiro Honda~

Penulis: Topan Andrean

Foto Profil dari Topan Andrean

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...