Motivasi / Kepribadian / Gunakan Sisa Umur Kita Untuk Berbuat Baik

Gunakan Sisa Umur Kita Untuk Berbuat Baik

Dalam kehidupan di dunia ini, manusia telah diberikan jatah umur sesuai takaran masing-masing oleh sang pencipta. Ada yang ditakdirkan berumur panjang, ada juga sebaliknya yang harus terima diberi umur pendek.

Suka atau tidak, begitulah faktanya. Banyak yang berumur satu abad lebih dan belum dipanggil, namun banyak juga yang beberapa jam setelah lahir telah tiada. Setidaknya itu merupakan bukti bahwa jatah umur kita berbeda-beda seperti yang saya katakan tadi.

Sekuat apapun kita, sekaya apapun kita, sebaik apapun kita, kalau sudah ajal datang ya pasti mati meskipun kita bersembunyi di dalam benteng yang kokoh. Tidak ada kata “tidak” untuk melakukan penolakan terhadap malaikat maut yang akan mendekat mencabut nyawa kita satu persatu.

Mengguanakan Sisa Umur Dengan Baik

gambar: mfadhrizqy.wordpress.com

Di tengah banyaknya orang yang berfikir akan mati, banyak juga orang-orang yang masih saja menggunakan sisa umurnya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Berbuat maksiat, durhaka kepada orang tua, foya-foya, dan segudang perbuatan lain yang benar-benar akan membinasakan kita saat kembali ke kampung akhirat.

Terkadang, bertambahnya umur kita menjadi lebih banyak malah dirayakan semeriah mungkin. Mengundang puluhan bahkan ratusan teman, hanya untuk menyaksikan kebahagiaan orang yang berulang tahun yang katanya umurnya bertambah.

Sahabat, kita harus sadar bahwa hakikat ulang tahun itu bukan bertambahnya umur, tapi justru umur kita semakin berkurang. Mari kita logikakan. Misalnya Tuhan telah memberi jatah umur selama 60 tahun kepada kita. Nah, sekarang kita merayakan ulang tahun yang ke 50. Itu berarti sisa umur kita tinggal 10 tahun lagi kan? Dan jika kita merayakannya lagi ulang tahun yang ke 51, berarti sisa umur yang 10 tahun tadi sekarang hanya tinggal 9 tahun kan? Bukan begitu?

Mungkin kita bisa meminta agar umur kita ditambah oleh Tuhan. Tapi sayangnya tidak semua orang akan diberikan pengabulan. Apa lagi jika kita berdo’a dengan setengah-setengah dan tidak pernah berbuat baik kepada tuhan, jangan harap do,a kita akan terkabul.

Ya, saya akui bahwa para undangan yang hadir di pesta ulang tahun akan turut mendoakan kita dengan cara bernyanyi seperti ini. “Panjang umurnya..panjang umurnya.. panjang umurnya serta mulia.. serta muuliiiaa serta muuliiiaa.. Tiiiup lilinnya.. tiup lilinnya.. tiup lilinnya sekarang juga.. sekarang juga… Pootong kueennyaa.. potong kueenya.. potong kuenya sekarang jugaa.. sekarang.. juuga.. sekarang.. juuuga..!

Tapi, maaf dengan berat hati saya harus katakan, bahwa do’a mereka sangat sedikit sekali yang tulus. Memang mereka terlihat semangat untuk mendo’akan kita. Namun bukan pada bagian “panjang umurnya”, melainkan pada “potong kuenya”.

Untuk itu, kita harus sadar bahwa…

Penulis: Wely Hariyanto

Foto Profil dari Wely Hariyanto
Blogger yang suka kerjasama team :)

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...