Motivasi / Kepribadian / Gunakan Sisa Umur Kita Untuk Berbuat Baik

Gunakan Sisa Umur Kita Untuk Berbuat Baik

Untuk itu, kita harus sadar bahwa cepat atau lambat pasti kita juga akan mati. Jika kata-kata itu terlalu halus, maka saya harus mengulanginya lagi bahwa cepat atau lambat kita semua akan binasa dan merasakan sakit yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya.

Masih untung jika setelah merasakan sakit kemudian kita dibinasakan selamanya. Tapi sayangnya kita masih harus menerima balasan lagi di alam kubur dan akhirat atas apa yang telah kita perbuat selama ini.Jika kita banyak berbuat baik di dunia, setelah itu di hari kemudian dimasukkan di tempat yang baik pula. Namun bagaimana jadinya jika selama di dunia kita banyak berbuat jahat?

Saya pernah mencuri, saya pernah menipu, saya pernah berbohong, saya pernah durhaka kepada orang tua, saya pernah berzinah, saya pernah berkelahi, saya pernah membunuh orang lain, saya pernah merampok, dan saya pernah melakukan ribuan kejahatan lainnya yang saya sendiri tidak bisa mengingatnya. Apakah saya akan aman di akhirat?

Bagaimana menurut Anda? apakah orang yang selalu berbuat jahat seperti itu akan selamat dari siksa akhirat? Sepertinya kata-kata yang cocok adalah ibarat pungguk merindukan bulan.

Ingat, sekecil apa pun kejahatan yang kita lakukan akan ada balasannya kelak. Tuhan maha tahu, jadi tidak ada sedikitpun kejahatan atau kebaikan yang luput dari balasan.

Sekarang, mari kita ingat apa semua kejahatan dan dosa yang telah kita lakukan sepanjang kita hidup. Mari kita berfikir sejenak akankah kita bisa menebusnya dengan sisa umur yang makin berkurang?

Jika kita berbuat dosa selama 50 tahun misalnya. sedangkan sisa umur kita hanyalah tinggal 10 tahun lagi. Apakah waktu yang 10 tahun itu cukup untuk menebus dosa yang 50 tahun? Tidak ada yang bisa menjawabnya kecuali Tuhan yang maha pengampun.

Oleh karena itu, setidaknya saya mengajak kepada Anda untuk menggunakan sisa umur kita dengan berbuat baik dan menebus dosa di masa lalu. Jangan berbuat kejahatan lagi, jika kita ingin selamat di akhirat. Balasan atas kejahatan kita tidak selalu di akhirat saja. Akan tetapi di dunia pun balasan itu bisa saja terjadi.

Bagaimana cara kita untuk berbuat baik? Pertama, yang harus kita lakukan adalah berbuat baik kepada Tuhan. Bisa dengan ibadah, menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Yang kedua tentu saja berbuat baik kepada sesama manusia. Bisa dengan berbakti kepada orang tua, sopan, dan perilaku baik lainnya kepada sesama.

Yang ketiga kita juga harus berbuat baik kepada alam dan lingkungan. Bisa kita wujudkan dengan berbuat baik kepada binatang, dan tidak merusak lingkungan sekitar. Percaya saja jika kita berbuat baik, maka balasan yang datang pun akan baik pula kepada kita. Maka dari itu yuk mulai berbuat baik dari sekarang.. Salam..

*artikel ini sumbangan dari mas @supangkat

Penulis: Wely Hariyanto

Foto Profil dari Wely Hariyanto
Blogger yang suka kerjasama team :)

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

menghubungkan akuntansi dengan kehidupan

Akuntansi Kehidupan

Jika dalam akuntansi selalu mengutamakan keseimbangan antara asset dan kewajiban, berbeda dengan akuntansi kehidupan, anggap ...